Doeloe kala, saya sudah mulai belajar menabung. Ada sedikit kelebihan uang, dari iritan uang jajan (yang pas-pasan) atau dari nyambi sana sini (nyambian halal), saya akan tabungkan, ke celengan ayam dan celengan kaleng-kalengan. Sebisa mungkin tidak dipakai. Tapi kalaupun terpaksa, pas sangat butuh banget, apa boleh buat, mencoak sedikit mulut lubang celengan ayam itu, mengorek-ngorek beberapa uang logam dan uang kertas, secukupnya. Selebihnya, ya diamkan saja, biarkan “dingin dan membeku” di rongga-rongga tanah liat dan logam itu.

Tidak doeloe-doeloe banget, waktu bergulir, persisnya sejak mengenal rekening tabungan di bank, celengan ayam dan celengan kaleng-kalengan ditinggalkan. Ada sedikit kelebihan uang, dari gaji (yang kecil-kecilan) atau dari nyambi sana sini (tetap halal), saya akan tabungkan, ke rekening bank. Sebisa mungkin tidak dipakai. Membiarkannya “dingin dan membeku” di brankas bank. Cukup mengecek saldonya saja setiap kali ditambah, dan bunganya yang tidak seberapa, tapi galau-free. Sambil berharap kapan ya bisa nambah lagi, kapan ya.

Setelah mengenal dekat saham, rekening bank hanya untuk tempat transit dan tempat simpan kebutuhan secukupnya, selebihnya tabungan-tabungan dikonversikan ke saham, atau produk keuangan lainnya. (Apa istilahnya? Investasi? Entahlah, apapun itu.) Membiarkannya “dingin dan membeku”, persis seperti zaman masih menabung di celengan ayam dan celengan kaleng-kalengan, dan belakangan di rekening tabungan bank. Hanya saja, celakanya, tabungan yang satu ini tidak bisa seanteng dua pendahulunya, selalu bergejolak, selalu menunjukkan sisi untung dan rugi, selalu caper-cari-perhatian. Gerakan naik turun harga saham (baca: nilai tabungan) kadang -dan sering- mengganggu, tidak setenang ayam-ayaman, sedingin kalengan-kalengan, dan serapat brankas-brankasan. Tapi, tapi kenapa mesti terganggu dengan semua itu? Kenapa tidak memakai pola pikir yang sama saja? Diamkan, “dingin dan membeku”. Naif-naif saja. Sekali-kali terpaksa “dicoak” kalau pas butuh banget, sambil berharap kapan ya bisa nambah lagi, kapan ya. Game-nya berbeda, tapi prinsip saving-nya tetap sama. Boleh gitu kan?

NH

Nicky Hogan's avatar
Posted by:Nicky Hogan

Nicky menjalani hidup limapuluh tahun, gemar berlari empatpuluh tahun, merambah alam tigapuluh tahun, bekerja di pasar modal duapuluh tahun, suka menulis sepuluh tahun. Dan inilah tulisannya.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.